Dulu Simbol Sukses Kelas Menengah, Kenapa Buccheri Perlahan Dilupakan?
Long-form19:08Howto & Style
Published Sep 24, 2026, 10:30 AM · 3w ago
LABA BISNIS
5.3K subscribers · median 8.9K views
Animation · confirmed$Likely
Views
11,293
views/hour after the next reading
Likes
30
0.3% of views
Comments
11
0.10% of views
Checked every 12 h while the video is this age · last check 18h ago · next in 0 min. YouTube itself updates public counts with a short delay.
Views / hour now
—
needs two readings
Peak views / hour
—
Avg views / day
518
since upload
First 24 hours
—
not tracked from upload
vs channel median
1.3×
Rank in channel
#10
of 20 tracked
Engagement
0.4%
likes + comments / views
Est. ad revenue
$113–$271
lifetime, $10–24 RPM
Views over time
1 readings · line: total views · bars: views gained per hour
Live tracking started
The chart fills in as FameX records new readings.
Description
Membawa kotak sepatu merah marun atau oranye bertuliskan Buccheri keluar dari toko dulu pernah jadi simbol kebanggaan tersendiri bagi pekerja kantoran dan birokrat di Indonesia. Sepatu kulit buatan Pasar Baru ini menjadi lambang kemapanan kelas menengah yang baru merintis karier. Namun, pemandangan hari ini terasa berbeda. Banyak gerai fisiknya tergeser ke pojok mal yang sepi, bersaing dengan deretan sepatu kets modern dan jenama baru yang lebih lincah merebut perhatian anak muda. Video ini mengulas perjalanan Buccheri dari masa keemasannya di era 1980-an hingga perjuangannya bertahan di tengah perubahan zaman. Kita akan melihat bagaimana pergeseran aturan busana kerja dan budaya berpakaian kasual perlahan mengikis takhta pantofel kulit klasik, serta mengapa merek legendaris ini tidak bangkrut, melainkan sedang bertarung melawan penuaan citra di mata generasi baru.
Buccheri dirintis oleh Ediansyah pada tahun 1980 dengan nama berbau Italia untuk meyakinkan konsumen kelas menengah yang saat itu memuja barang luar negeri. Taktik ini berhasil besar. Selama lebih dari dua dekade, Buccheri menjadi seragam tidak resmi di kawasan perkantoran Sudirman hingga instansi pemerintah. Kualitas kulit sapi asli dan daya tahannya yang awet bertahun-tahun membuat posisinya kokoh, sebelum gelombang kasualisasi dan kehadiran sepatu kets merevolusi lantai kantor.
Tekanan makin terasa saat biaya sewa pusat perbelanjaan menuntut perputaran penjualan yang cepat. Gerai yang dulunya berdiri megah di lantai utama mal perlahan berpindah ke sudut lantai atas, memicu persepsi publik bahwa merek ini mulai ditinggalkan. Di saat yang sama, merek-merek lokal generasi baru masuk lewat jalur digital dengan pendekatan visual yang jauh lebih relevan bagi lulusan baru dan profesional muda.
Meski menghadapi tantangan berat, Buccheri sebenarnya tidak gulung tikar. Dengan lebih dari seratus gerai yang masih aktif, pesanan seragam dinas, dan ekspansi ke lini sepatu kasual di platform digital, mereka memilih jalan bertahan. Video ini mengajak kamu menengok kembali warisan industri alas kaki nasional dan membaca strategi sebuah jenama legendaris agar tidak tenggelam ditelan waktu.
DISCLAIMER: Video ini dibuat untuk tujuan dokumenter, edukasi bisnis, dan analisis sejarah industri ritel. Pembahasan mengenai dinamika merek didasarkan pada observasi ruang ritel, data industri terbuka, dan tren pasar. Buccheri tetap beroperasi aktif secara resmi di bawah PT Vigano Cipta Perdana dan tidak berada dalam status bangkrut.
Sumber Riset:
Buccheri — https://buccheri.com
Bisnis Indonesia — https://entrepreneur.bisnis.com
Kompas — https://www.kompas.com
Kontan — https://industri.kontan.co.id
Detik — https://finance.detik.com
Aprisindo — https://aprisindo.or.id
Buccheri, Sejarah Buccheri, Sepatu Buccheri, Bisnis Sepatu Indonesia, Brand Legendaris Indonesia, Rise and Fall Perusahaan, Sepatu Kulit Lokal, Industri Sepatu Kulit, Ediansyah Buccheri, PT Vigano Cipta Perdana, Pasar Baru Jakarta, Tren Sepatu Kantor, Pantofel Kulit, Sejarah Brand Indonesia, Bisnis Ritel Mal, Disrupsi Sepatu Lokal, Kasualisasi Pakaian Kerja, Aprisindo, Laba Bisnis, Dokumenter Bisnis
#Buccheri #SejarahBrand #LabaBisnis
Tags
BuccheriSejarah BuccheriSepatu BuccheriBisnis Sepatu IndonesiaBrand Legendaris IndonesiaRise and Fall PerusahaanSepatu Kulit LokalIndustri Sepatu KulitEdiansyah BuccheriPT Vigano Cipta PerdanaPasar Baru JakartaTren Sepatu KantorPantofel KulitSejarah Brand IndonesiaBisnis Ritel MalDisrupsi Sepatu LokalKasualisasi Pakaian KerjaAprisindoLaba BisnisDokumenter Bisnis
Details
- Published
- Sep 24, 2026, 10:30 AM
- Length
- 19:08 (1,148 s)
- Format
- Long-form
- Category
- Howto & Style
- Audio language
- ID
- Quality
- HD
- Captions
- No
- Made for kids
- No
- Licensed content
- Yes
- Video ID
- LQb1ay-LvlM
More from LABA BISNIS
Kenapa Apotek K-24 Buka Saat Apotek Lain Tutup?170 views · 18h ago
Kenapa Semen Murah di Pelosok Jawa Bisa Bikin Raksasa BUMN Turunkan Harga?6.6K views · 2d ago · +37/h
Erick Rombak Sarinah: Apa yang Terjadi pada Pedagang Lama?1.9K views · 4d ago · +1/h
Kenapa Dunkin Menghapus Kata Donuts dari Namanya?5.2K views · 5d ago · +1/h
Kenapa Mi Sedaap Ganti Kemasan Saat Citra Hematnya Masih Melekat?6.5K views · 1w ago
Nekat Utak-Atik Resep Asli: Alasan Warung Makan Kompak Buang Merek Kecap Ini104K views · 1w ago
Tragedi Wimcycle: Laku Jutaan Sepeda, Tapi Terjerat Utang Rp1 Triliun27.6K views · 1w ago
Startup Emas Bakar Duit Triliunan, Kenapa Toko Emas Pasar yang Tetap Menang?1.4K views · 2w ago
Statistics from the YouTube Data API, tracked by FameX. Views per hour, revenue and comparisons are FameX estimates.