Finance & businessLABA BISNISCetak Rekor Jutaan Kaset Dewa 19: Kenapa Toko Raksasa Aquarius Malah Tutup?

Cetak Rekor Jutaan Kaset Dewa 19: Kenapa Toko Raksasa Aquarius Malah Tutup?

Long-form19:06Howto & Style13.1× channel median

Published Sep 26, 2026, 10:30 AM · 2w ago

LABA BISNIS
LABA BISNIS
5.3K subscribers · median 8.9K views
Views
117,493
views/hour after the next reading
Likes
237
0.2% of views
Comments
75
0.06% of views

Checked every 12 h while the video is this age · last check 13h ago · next in 0 min. YouTube itself updates public counts with a short delay.

Open on YouTube
Views / hour now
—
needs two readings
Peak views / hour
—
Avg views / day
6K
since upload
First 24 hours
—
not tracked from upload
vs channel median
13.1×
Rank in channel
#3
of 20 tracked
Engagement
0.3%
likes + comments / views
Est. ad revenue
$1,175–$2,820
lifetime, $10–24 RPM

Views over time

1 readings · line: total views · bars: views gained per hour

Live tracking started
The chart fills in as FameX records new readings.

Description

Pada masanya, toko kaset Aquarius Mahakam di kawasan Blok M adalah kiblat musik anak muda Jakarta. Dari etalase toko inilah meledak penjualan kaset Dewa 19 lewat album Bintang Lima yang mencatat rekor resmi lebih dari 1,7 juta keping. Tapi pada Senin, 9 Desember 2013, antrean panjang di depan gedungnya bukan lagi untuk memburu rilisan anyar, melainkan menghadiri obral perpisahan kaset dan CD seharga lima ribuan perak. Bagaimana raksasa ritel yang ikut menentukan selera musik seisi negeri ini akhirnya harus menyerah dan menutup pintu selamanya? Video ini menelusuri perjalanan panjang Aquarius, mulai dari lapak mungil di Jalan Suryopranoto pada 1969, kelincahan bermanuver saat aturan hak cipta 1988 disahkan, masa keemasan mencetak katalog legendaris seperti God Bless dan Dewa 19, sampai hantaman disrupsi yang bikin toko fisiknya nggak mampu bertahan. Aquarius berawal dari hobi dua pendirinya, Johannes Soerjoko dan Suwardi Widjaja, yang gemar merekam lagu-lagu barat pilihan dari piringan hitam ke pita kaset. Sebelum 1988, kaset rekaman barat memang beredar luas di Indonesia tanpa izin internasional karena ketiadaan regulasi hak cipta lintas negara. Keadaan mendadak berbalik ketika musisi Bob Geldof memprotes keras pembajakan kaset konser kemanusiaan Live Aid 1985. Pemerintah Indonesia akhirnya mengeluarkan larangan total per 1 Juni 1988. Alih-alih gulung tikar, Aquarius mengambil langkah berani dengan mendirikan PT Aquarius Musikindo, mengantongi lisensi resmi label dunia seperti WEA dan EMI, lalu membuktikan taji lewat album Semut Hitam milik God Bless yang tembus sekitar 400.000 keping. Memasuki dekade 1990-an hingga awal 2000-an, gerai legendaris Aquarius Mahakam bertransformasi menjadi ruang budaya populer. Tiga lantainya bukan sekadar tempat transaksi kasir, melainkan rumah penemuan tren musik lewat stan dengar berpenyuara jernih. Sayangnya, gelombang perubahan teknologi datang terlalu cepat. Penjualan kaset dan CD resmi terus digerus peredaran cakram bajakan dan file MP3 gratisan di internet. Napas industri rekaman yang sempat ditopang pendapatan Ring Back Tone ikut terpukul telak setelah krisis regulasi unreg massal SMS premium pada Oktober 2011. Menjual kaset fisik di atas tanah komersial bernilai tinggi di Blok M tak lagi mampu menutup biaya operasional harian. Satu per satu gerai luring gulung tikar, mulai dari cabang Surabaya pada 2010, Pondok Indah pada 2011, hingga akhirnya Aquarius Mahakam pamit permanen di pengujung 2013. Meski jaringan toko fisiknya sudah lama hilang dari pandangan, perusahaannya tetap bertahan hidup. Aquarius memindahkan seluruh kekuatannya ke pengelolaan katalog lagu digital dan hak cipta, membuktikan bahwa aset karya cipta mereka tetap bernilai tinggi di layanan streaming masa kini. Sumber dan referensi data: Kompas — https://entertainment.kompas.com/read/2013/12/09/2014494/selamat.jalan.aquarius.mahakam Detik — https://hot.detik.com/music/d-2436848/menengok-hari-terakhir-toko-musik-aquarius-mahakam Tempo — https://majalah.tempo.co ANTARA News — https://www.antaranews.com/berita/408711/aquarius-mahakam-tutup-riwayat Asiri — https://asiri.or.id DISCLAIMER: Video ini ditujukan untuk tujuan edukasi sejarah industri musik dan analisis strategi bisnis brand di Indonesia. Seluruh fakta kronologis, arsip pemberitaan, dan angka penjualan dihimpun dari laporan media terverifikasi serta data asosiasi resmi. Aquarius Musikindo, Aquarius Mahakam, Sejarah Aquarius, Toko Kaset Aquarius, Dewa 19 Bintang Lima, Industri Musik Indonesia, Sejarah Brand Indonesia, Toko Musik Blok M, Penjualan Kaset Pita, Krisis RBT 2011, Johannes Soerjoko, God Bless Semut Hitam, Kebangkrutan Toko Fisik, Disrupsi Musik Digital, Rise and Fall Perusahaan, Dokumenter Bisnis Indonesia, Nostalgia 90an, Kisah Musisi Indonesia, Toko Kaset Tutup, Laba Bisnis #AquariusMusikindo #Dewa19 #SejarahBisnis
Tags
Aquarius MusikindoAquarius MahakamSejarah AquariusToko Kaset AquariusDewa 19 Bintang LimaIndustri Musik IndonesiaSejarah Brand IndonesiaToko Musik Blok MPenjualan Kaset PitaKrisis RBT 2011Johannes SoerjokoGod Bless Semut HitamKebangkrutan Toko FisikDisrupsi Musik DigitalRise and Fall PerusahaanDokumenter Bisnis IndonesiaNostalgia 90anKisah Musisi IndonesiaToko Kaset TutupLaba Bisnis

Statistics from the YouTube Data API, tracked by FameX. Views per hour, revenue and comparisons are FameX estimates.