Finance & businessLABA BISNISSabun 3 Ribuan yang Bikin Raksasa Unilever Putar Otak

Sabun 3 Ribuan yang Bikin Raksasa Unilever Putar Otak

Long-form20:09Howto & Style19.7× channel median

Published Sep 29, 2026, 10:30 AM · 2w ago

LABA BISNIS
LABA BISNIS
5.3K subscribers · median 8.9K views
Views
176,182
views/hour after the next reading
Likes
279
0.2% of views
Comments
113
0.06% of views

Checked every 12 h while the video is this age · last check 14h ago · next in 0 min. YouTube itself updates public counts with a short delay.

Open on YouTube
Views / hour now
—
needs two readings
Peak views / hour
—
Avg views / day
10.6K
since upload
First 24 hours
—
not tracked from upload
vs channel median
19.7×
Rank in channel
#1
of 20 tracked
Engagement
0.2%
likes + comments / views
Est. ad revenue
$1,762–$4,228
lifetime, $10–24 RPM

Views over time

1 readings · line: total views · bars: views gained per hour

Live tracking started
The chart fills in as FameX records new readings.

Description

Pernahkah kamu memperhatikan rak sabun di warung dekat rumah? Di sana ada sabun mandi Giv dengan harga sekitar tiga ribuan rupiah. Kemasannya rapi, aromanya wangi semerbak, dan iklannya kerap menampilkan artis papan atas. Sekilas barang ini terlihat biasa saja. Tapi di balik sabun murah ini, ada perang bisnis panjang yang sempat bikin raksasa multinasional sekelas Unilever harus memutar otak untuk mengamankan pasar kecantikan mereka di Indonesia. Video ini menelusuri bagaimana Wings, sebuah usaha rumahan asal Surabaya yang awalnya hanya memproduksi sabun cuci batangan, berani meluncurkan Giv pada dekade 1980-an untuk menantang dominasi sabun Lux. Kamu akan melihat bagaimana krisis ekonomi tahun 1997 menjadi titik balik besar saat kebiasaan belanja masyarakat berubah, serta rahasia rantai pasok oleokimia turunan sawit mandiri yang membuat Wings sanggup menahan harga jual tetap murah tanpa tekor. Pertarungan ini membuktikan bahwa menaklukkan pasar Indonesia bukan cuma soal modal raksasa atau iklan megah di televisi. Ini cerita tentang pemahaman mendalam pada isi dompet rakyat jelata, penguasaan jalur distribusi warung kelontong di gang sempit, dan kemampuan bertahan di tengah persaingan industri barang konsumsi yang sangat ketat. DISCLAIMER: Video ini disusun untuk tujuan dokumenter, edukasi bisnis, dan analisis sejarah industri berdasarkan riset media massa, arsip publik, dan data pasar terbuka hingga 2026. Wings Group adalah entitas privat tertutup yang tidak merilis laporan keuangan secara terbuka ke publik. Isi video ini tidak mewakili pernyataan resmi atau bentuk kerja sama komersial dengan pihak Wings Group maupun PT Unilever Indonesia Tbk. Sumber Riset: - Forbes: https://www.forbes.com - Kompas: https://www.kompas.id - Swa: https://swa.co.id - Top Brand Award: https://www.topbrand-award.com sabun giv, wings group, unilever indonesia, sabun lux, perang brand, strategi bisnis, sejarah brand indonesia, industri consumer goods, harjo sutanto, johannes ferdinand katuari, analisis bisnis, perang sabun mandi, distribusi warung kelontong, oleokimia sawit, fmcg indonesia, studi kasus bisnis, sabun batangan, dokumenter bisnis, laba bisnis, ekonomi indonesia HASHTAG #LabaBisnis #PerangBrand #StrategiBisnis
Tags
sabun givwings groupunilever indonesiasabun luxperang brandstrategi bisnissejarah brand indonesiaindustri consumer goodsharjo sutantojohannes ferdinand katuarianalisis bisnisperang sabun mandidistribusi warung kelontongoleokimia sawitfmcg indonesiastudi kasus bisnissabun batangandokumenter bisnislaba bisnisekonomi indonesia

Statistics from the YouTube Data API, tracked by FameX. Views per hour, revenue and comparisons are FameX estimates.